Bandung Prexcast Produsen Beton Pracetak Jawa Barat
Proses Pembuatan Bata Ringan

Proses Pembuatan Bata Ringan

Bata Ringan

Proses Pembuatan Ringan – Bata ringan adalah jenis batu bata yang memiliki bobot lebih ringan daripada bata ringan konvesional atau bata merah. Bahan dasar material ini adalah pasir kwarsa, semen, gypsum, dan air. Bata ringan memiliki 2 jenis yaitu AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete) Kedua jenis bata ringan ini dibuat berdasarkan gagasan menambahkan gelembung udara pada bata untuk mengurangi bobotnya. Perbedaan dari 2 jenis tersebut ada pada proses pengeringannya. Bata AAC dikeringkan dengan proses bertekanan tinggi sedangkan CLC dikeringkan secara alami.

Bata ringan sangat populer untuk material pembangunan karena bata ringan sesuai untuk penggunaan berbagai proyek bangunan. Material ini sering kita jumpai tergunakan untuk pembangunan rumah, pagar beton,dan juga untuk keperluan lainnya. Ini karena bata ringan memiliki kekuatan yang sangat kuat dengan bobot yang 3x lebih ringan ketimbang dengan bata merah. Selain itu material ini memenuhi standar tahan gempa yang menjadikan material ini sesuai untuk pembangunan pada area apapun.

Ada beberapa alasan utama mengapa bata ringan menjadi pilihan utama untuk material pembangunan salah satunya adalah mudah pemasangan. Karena ukuran dan dimensi tiap sisinya memiliki kesamaan yang akurat, pemasangan bata ringan jauh lebih mudah dan cepat ketimbang bata merah. Selain itu bata ringan juga merupakan material insulator yang baik. Sehingga bisa menjaga suhu rumah stabil jika menggunakan material ini.

Proses Pembuatan Bata Ringan

Proses pembuatan bata ringan melibatkan beberapa langkah. Berikut adalah gambaran umum tentang proses manufaktur bata ringan:

1. Persiapan Bahan Baku

Pertama-tama produksi mulai dengan persiapan bahan baku. Bahan utama untuk bata ringan adalah abu terbang, semen, pasir, dan agen penukar busa. Bahan-bahan ini diukur dan dicampur dalam proporsi yang tepat untuk menciptakan campuran yang homogen.

2. Pencampuran

Campuran bahan-bahan kemudian ditransfer ke mesin pencampur di mana air ditambahkan untuk membentuk bubur. Bubur tersebut harus tercampur secara menyeluruh untuk memastikan distribusi bahan yang merata. Langkah ini membantu mengaktifkan agen penukar busa dan memastikan pengikatan yang baik antara bahan-bahan.

3. Pembusaan

Setelah proses pencampuran, transferkan bubur ke mesin pembusa. Mesin pembusa menginjeksikan gelembung udara ke dalam bubur, menciptakan konsistensi seperti busa. Busa ini menambah volume pada campuran dan mengurangi densitas keseluruhan bata.

4. Pengecoran

Bubur berbusa dituangkan ke dalam cetakan untuk memberikan bata bentuk dan ukuran yang diinginkan. Cetakan biasanya terbuat dari baja atau bahan tahan lama lainnya. Cetakan isikan dengan hati-hati, dan kelebihan bahan lebih baik hilangkan untuk mendapatkan permukaan yang halus dan seragam.

5. Perawatan

Setelah cetakan terisi, kemudian tempatkan di dalam ruang perawatan. Proses perawatan melibatkan menjaga suhu dan kelembaban yang tepat untuk memungkinkan bata mengeras dan mendapatkan kekuatan. Perawatan dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada persyaratan khusus bata.

6. Pemisahan dari Cetakan dan Pemotongan

Setelah periode perawatan, bata-bata dikeluarkan dari cetakan. Kemudian, mereka dipotong menjadi unit-unit individu menggunakan peralatan pemotongan khusus. Proses ini memastikan dimensi yang presisi dan tepi yang halus untuk bata ringan.

7. Pengeringan

Bata-bata yang baru dipotong ditumpuk dan dibiarkan mengering secara alami. Langkah ini membantu menghilangkan kelebihan kelembaban dari bata dan meningkatkan kekuatannya.

8. Kontrol Kualitas dan Penyampelan

Langkah terakhir melibatkan pemeriksaan kontrol kualitas untuk memastikan bahwa bata ringan memenuhi standar yang sesuai. Pastikan setiap bata memenuhi standar kualitas tanpa ada kecacatan pada bentuk, ukuran, dan juga konsistensinya.

Setelah melewati langkah-langkah ini, bata ringan siap penggunaan untuk berbagai proyek konstruksi. Proses pembuatan bata ringan ini memungkinkan penggunaan material yang lebih ringan namun tetap kuat dan juga tahan terhadap beban struktural. Untuk melakukan pemesanan anda bisa menghubungi kontak di bawah ini.

Whatsapp

Call