Proses Pembuatan Bata Ringan

Proses Pembuatan Bata Ringan

Bata Ringan

Proses Pembuatan Ringan – Bata ringan adalah jenis batu bata yang memiliki bobot lebih ringan daripada bata ringan konvesional atau bata merah. Bahan dasar material ini adalah pasir kwarsa, semen, gypsum, dan air. Bata ringan memiliki 2 jenis yaitu AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete) Kedua jenis bata ringan ini dibuat berdasarkan gagasan menambahkan gelembung udara pada bata untuk mengurangi bobotnya. Perbedaan dari 2 jenis tersebut ada pada proses pengeringannya. Bata AAC dikeringkan dengan proses bertekanan tinggi sedangkan CLC dikeringkan secara alami.

Bata ringan sangat populer untuk material pembangunan karena bata ringan sesuai untuk penggunaan berbagai proyek bangunan. Material ini sering kita jumpai tergunakan untuk pembangunan rumah, pagar beton,dan juga untuk keperluan lainnya. Ini karena bata ringan memiliki kekuatan yang sangat kuat dengan bobot yang 3x lebih ringan ketimbang dengan bata merah. Selain itu material ini memenuhi standar tahan gempa yang menjadikan material ini sesuai untuk pembangunan pada area apapun.

Ada beberapa alasan utama mengapa bata ringan menjadi pilihan utama untuk material pembangunan salah satunya adalah mudah pemasangan. Karena ukuran dan dimensi tiap sisinya memiliki kesamaan yang akurat, pemasangan bata ringan jauh lebih mudah dan cepat ketimbang bata merah. Selain itu bata ringan juga merupakan material insulator yang baik. Sehingga bisa menjaga suhu rumah stabil jika menggunakan material ini.

Proses Pembuatan Bata Ringan

Proses pembuatan bata ringan melibatkan beberapa langkah. Berikut adalah gambaran umum tentang proses manufaktur bata ringan:

1. Persiapan Bahan Baku

Pertama-tama produksi mulai dengan persiapan bahan baku. Bahan utama untuk bata ringan adalah abu terbang, semen, pasir, dan agen penukar busa. Bahan-bahan ini diukur dan dicampur dalam proporsi yang tepat untuk menciptakan campuran yang homogen.

2. Pencampuran

Campuran bahan-bahan kemudian ditransfer ke mesin pencampur di mana air ditambahkan untuk membentuk bubur. Bubur tersebut harus tercampur secara menyeluruh untuk memastikan distribusi bahan yang merata. Langkah ini membantu mengaktifkan agen penukar busa dan memastikan pengikatan yang baik antara bahan-bahan.

3. Pembusaan

Setelah proses pencampuran, transferkan bubur ke mesin pembusa. Mesin pembusa menginjeksikan gelembung udara ke dalam bubur, menciptakan konsistensi seperti busa. Busa ini menambah volume pada campuran dan mengurangi densitas keseluruhan bata.

4. Pengecoran

Bubur berbusa dituangkan ke dalam cetakan untuk memberikan bata bentuk dan ukuran yang diinginkan. Cetakan biasanya terbuat dari baja atau bahan tahan lama lainnya. Cetakan isikan dengan hati-hati, dan kelebihan bahan lebih baik hilangkan untuk mendapatkan permukaan yang halus dan seragam.

5. Perawatan

Setelah cetakan terisi, kemudian tempatkan di dalam ruang perawatan. Proses perawatan melibatkan menjaga suhu dan kelembaban yang tepat untuk memungkinkan bata mengeras dan mendapatkan kekuatan. Perawatan dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada persyaratan khusus bata.

6. Pemisahan dari Cetakan dan Pemotongan

Setelah periode perawatan, bata-bata dikeluarkan dari cetakan. Kemudian, mereka dipotong menjadi unit-unit individu menggunakan peralatan pemotongan khusus. Proses ini memastikan dimensi yang presisi dan tepi yang halus untuk bata ringan.

7. Pengeringan

Bata-bata yang baru dipotong ditumpuk dan dibiarkan mengering secara alami. Langkah ini membantu menghilangkan kelebihan kelembaban dari bata dan meningkatkan kekuatannya.

8. Kontrol Kualitas dan Penyampelan

Langkah terakhir melibatkan pemeriksaan kontrol kualitas untuk memastikan bahwa bata ringan memenuhi standar yang sesuai. Pastikan setiap bata memenuhi standar kualitas tanpa ada kecacatan pada bentuk, ukuran, dan juga konsistensinya.

Setelah melewati langkah-langkah ini, bata ringan siap penggunaan untuk berbagai proyek konstruksi. Proses pembuatan bata ringan ini memungkinkan penggunaan material yang lebih ringan namun tetap kuat dan juga tahan terhadap beban struktural. Untuk melakukan pemesanan anda bisa menghubungi kontak di bawah ini.

WHATSAPP

CALL

Jumlah Bata Ringan Untuk Rumah Type 45

Jumlah Bata Ringan Untuk Rumah Type 45

Bata Ringan

Jumlah Bata Ringan Untuk Rumah Type 45 – Bata ringan merupakan material campuran yang berfungsi untuk material pembangunan. Material ini juga dikenal dengan nama bata hebel atau bata celcon. Bata ringan memiliki 2 jenis yang berbeda tergantung dengan material bahannnya. Jenis-Jenis itu yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC).

Bahan baku yang digunakan untuk membuat kedua jenis bata ringan tersebut tetaplah sama. Namun takaran bahan baku yang berbedalah yang menyebabkan bedanya 2 jenis bata ringan tersebut. Proses pengeringannnya pun juga berbeda karena AAC dikeringakan dengan cara menggunakan tekanan tinggi sedangkan LLC dikeringakan secara alami. Meskipun memiliki dimensi dan ukuran yang tidak berbeda jauh dengan bata konvesional/batako/bata merah material ini memiliki bobot 3x lebih ringan ketimbang dengan bata merah.

Meskipun memiliki bobot yang lebih kecil, bata ringan memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan beton. Bukan itu saja, material ini juga memenuhi standar anti gempa yang menjadikan material ini menjadi pilihan yang populer dimanapun lokasi pembangunannya. Material ini juga cocok digunakan untuk membangun bangunan bertingakat ataupun mall. Karena itulah bata ringan menjadi pilihan utama untuk pembangunan infrastruktur .

Kelebihan Bata ringan

1.  Ringan

Sesuai dengan namanya material ini memiliki bobot yang sangat ringan ketimbang dengan produk lain yang sejenis. Bata ringan memiliki bobot 3 kali lebih ringan ketimbang dengan bata konvesional/bata merah.

2. Insulator

Bata ringan memiliki fungsi insulator yang lebih baik ketimbang dengan bata konvesional. Dengan begitu ruangan akan tetap sejuk meskipun di hari-hari yang panas dan hangat di hari-hari yang dingin. Selain itu bata ringan juga memiliki fungsi kedap suara yang baik sehingga dalam rumah bisa tenang.

3. Kuat

Meskipun memiliki bobot yang ringan, bata ini memiliki kekuatan yang setara dengan beton. Sehingga hasil infrastruktural yang selesai tetap kokoh dan tahan lama. Selain itu material ini juga memenuhi standar anti gempa.

4. Mudah Pemasangan

Berbeda dengan bata merah, bata ringan memiliki bentuk dan struktur yang seragam. Dengan begitu proses pemasangan bisa lebih mudah dilakukan dan lebih efisien. Selain itu karena bentuk dan strukturnya yang seragam material ini menjadi lebih mudah untuk dipotong untuk menyesuaikan skema pemasangan.

Jumlah Bata Ringan Untuk Rumah Type 45

Jumlah bata ringan yang sesuai untuk rumah tipe 45 dapat bervariasi tergantung pada desain, tinggi bangunan, dan jumlah lantai. Namun, sebagai panduan umum, berikut adalah perkiraan jumlah bata ringan yang biasanya tergunakan untuk rumah tipe 45:

  1. Dinding Luar: Untuk dinding luar, yang meliputi dinding depan, samping, dan belakang, memerlukan sekitar 1.200-1.500 buah bata ringan per meter persegi. Jumlah ini dapat berbeda tergantung pada ketebalan dinding yang anda inginkan.
  2. Dinding Pembatas: Untuk dinding pembatas antar-ruangan, biasanya memerlukan sekitar 500-800 buah bata ringan per meter persegi. Jumlah ini juga dapat bervariasi tergantung pada tinggi dinding dan jumlah ruangan yang ada.
  3. Dinding Penahan: Jika rumah tipe 45 memiliki dinding penahan atau dinding struktural yang bertugas mendukung beban struktur, maka jumlah bata ringan yang terbutuhkan akan lebih banyak. Perhitungannya akan melibatkan perencanaan struktur yang spesifik dan sebaiknya konsultasikan dengan seorang insinyur sipil.

Selain jumlah bata ringan, perlu anda ingat bahwa setiap proyek konstruksi memiliki kebutuhan material yang unik. Oleh karena itu, sangat baik jika anda berkonsultasi dengan seorang arsitek atau kontraktor yang berpengalaman untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat berdasarkan desain dan spesifikasi rumah tipe 45 yang Anda inginkan.